Sebenarnya ngga sulit juga untuk pindah dari Firefox ke Opera. Kalau ngga bisa menyesuaikan diri, kenapa ngga Opera aja yang di-customize supaya ( hampir ) mirip dengan Firefox. Here’s what i’ve done to my Opera.
- Cache. Di Opera memang terlalu ‘kuat’. Kalau terbiasa menggunakan ctrl+F5 di Firefox (atau IE
), mungkin bisa diubah dengan ctrl+shift+r / alt+F5 .
Kalau jarinya udah terbiasa pakai ctrl+F5, gimana dong ?
Dari menu Tools -> Preferences -> Advanced -> Shorcuts. Edit Keyboard Shorcut untuk Opera Standard, cari ‘Platform Windows-Unix-MCE, F5 ctrl’ di drop down Application. Reload all pages, diganti jadi Reload Frame.

- Status Bar (bottom / bagian bawah ).
Saya sangat terbiasa melihat status bar pada bagian bawah browser (firefox). Warning pertama kali kalau koneksi lagi jelek / server lagi down, datang dari status bar itu. ‘Connecting..’ dalam waktu lama, berarti saya harus membuka Command Prompt atau terminal, lalu siap2 nge-ping ke server. hihi.

Firefox status
Status Bar seperti ini udah ada di Opera, walaupun ngga ditampilkan secara default.
Tools -> Appearance -> Toolbars. Centang bagian Status Bar, lalu pilih Bottom pada Placement.
Informasi apa saja yang bisa ditampilkan ?
Masih di Appearance tadi, sekarang coba ke tab Button -> Status. Lalu tinggal ‘click and drag’ ( klik dan tarik ? ) tombol yang ada, ke status bar dibagian bawah.


Opera status
Udah ya, kapan-kapan disambung lagi.. Saya mau nyuci dulu.. haha.
Have A nice Day!