Berburu Mimpi

Akhir 1997, hari Minggu. Anak kecil yang lucu dan imut-imut itu menggenjot sepedanya sejauh 10km. Dia berangkat pagi-pagi sekali. Berencana pulang sebelum siang. Niatnya sudah bulat, membeli kaset yang sudah dimimpi-mimpikan. Big, Bigger, Biggest. Masih teringat benar, kulitnya yang makin gelap terbakar panasnya sengatan matahari ketika dia pulang ke rumah. Ah ya, resiko yang harus dia hadapi untuk dapat memiliki mimpinya.

Setibanya di rumah, anak kecil itu tertidur dengan kaset baru tergenggam ditangan.



Pertengahan 2003
. Si anak kecil sudah beranjak dewasa. Dia sedang santai, free, bebas waktu dan finansial . Yang dilakukan hanya mendengarkan radio sambil rebahan di ranjang yang nyaman. Siang itu jadi awal perkenalannya dengan group band yang satu ini, lewat The Spirit Carries On.

Rasa penasaran membawanya menjelajahi setiap sudut kota Jogja selama 3 hari berturut-turut. Ya, rasa penasaran ingin memiliki dan mendengarkan satu album Metropolis Pt 2 : Scenes From A Memory - The Spirit Carries On jadi track no 8 pada album tersebut - . Tapi sayang, hingga hari ketiga, album tersebut tetap tidak ditemukan. ‘Memang album langka. Susah dicari’, kata temannya. Dan dia pun menyerah.

2006. DVD itu dirilis. DVD yang membangkitkan gairah berburu sang anak - yang saat ini sudah dewasa -. Namun hingga tulisan ini di-publish, DVD sialan itu masih belum dimiliki. Entah atas alasan apa, niat berburu makin padam. ‘Mulai males, ngga ada waktu’, begitu ujarnya ketika ditanyai. Gede nafsu, tenaga kurang ? . Bisa jadi.

Theres no one to take my blame
If they wanted to
Theres nothing to keep me sane
And its all the same to you
Theres nowhere to set my aim
So Im everywhere
~ Space-Dye Vest ~

Atau mulai menyadari bahwa tidak semua mimpi dapat dia raih sebagai konsekuensi atas hal yang lain yang dia dapatkan ?

7 Responses to “Berburu Mimpi”

  1. sandal Says:

    Hoo, ceritanya mupeng dot com ya? :D

  2. bakulsempak Says:

    surrender?
    sungguh fatal tragedy, under a glassmoon :D
    malah komen judul lagu

  3. antobilang Says:

    [....Akhir 1997, hari Minggu. Anak kecil yang lucu dan imut-imut itu menggenjot sepedanya sejauh 10km....]

    narsis gak ketulungan…

  4. nico Says:

    bacanya 2 kali baru nyambung:D

  5. heddy Says:

    ihihihih…(gak ngerti blas…maklum belum bubuk..mau langsung berangkat nih…)

  6. anaknya Pengki Says:

    aku nggak percaya kalo Papa pernah seimut itu… :|

  7. lilis Says:

    :) rada bingung tuk mEmahamiNya

Leave a Reply